Please chat/contact with one of the following whatsapp number below :
Tgl Publish : 11-11-2025 12:26:51
Jakarta - Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) menegaskan komitmen penuh industri untuk mendukung pemerintah dalam menertibkan peredaran pakaian bekas impor ilegal di platform digital. Ketua Umum idEA, Hilmi Adrianto, menjelaskan isu pakaian impor ilegal telah menjadi perhatian bersama sejak tahun lalu. Ia menyebut anggota idEA telah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan produk yang dilarang pemerintah, termasuk pakaian bekas impor. “Di mana kita, pada isu kali ini kita melihat bahwa isu pakaian impor ilegal ini menjadi sebuah hal yang memang harus kita perhatikan secara bersama-sama. Sejak Maret 2023, sebenarnya seluruh anggota IDEA juga sudah melakukan banyak hal untuk bisa membantu Kementerian UMKM untuk bisa menurunkan produk-produk yang dilarang, termasuk juga pakaian bekas impor tersebut,” ujarnya usai pertemuan dengan Kementerian UMKM, Jumat (7/11/2025). Menurut Hilmi, komitmen itu juga sejalan dengan regulasi yang berlaku. Ia menegaskan bahwa idEA dan para anggotanya memiliki kepatuhan tinggi terhadap aturan, termasuk Permendag 31/2023. Hilmi menuturkan bahwa langkah-langkah penertiban telah dijalankan sejak Maret 2023 dan terus diperkuat melalui kolaborasi dengan pemerintah. Dalam pertemuan dengan Kementerian UMKM hari ini, idEA dan pemerintah sepakat untuk memperketat lagi mekanisme pengawasan di platform e-commerce. “Dengan adanya koordinasi hari ini, kesepakatan yang kita capai itu adalah bagaimana kita bisa lebih mengetatkan lagi, bagaimana kita bisa mampu membuat ekosistem yang jauh lebih nyaman lagi sehingga pakaian yang dilarang dijual oleh e-commerce itu bisa kita tertibkan dengan lebih baik lagi,” tuturnya. Hilmi menekankan pentingnya menciptakan ekosistem yang lebih aman dan nyaman bagi pelaku usaha maupun konsumen, sekaligus memastikan barang-barang yang dilarang tidak lagi beredar di kanal penjualan daring. Menkeu Purbaya soal Larangan Impor Baju Bekas: Siapa yang Menolak Saya Tangkap Duluan! Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan langkah tegas pemerintah terhadap pihak-pihak yang menolak kebijakan pelarangan impor baju bekas. Menurutnya, kebijakan ini bukan sekadar penertiban, melainkan bagian dari upaya menjaga industri dalam negeri dari praktik ilegal yang merugikan banyak pihak. "Siapa yang nolak saya tangkap duluan," ujar Purbaya saat ditemui di Menara Bank Mega, Jakarta, Senin (27/10/2025). Ia menilai, jika ada pihak yang menolak, maka besar kemungkinan mereka terlibat langsung dalam kegiatan impor ilegal pakaian bekas. Menurut Purbaya, penolakan terhadap kebijakan ini justru bisa menjadi bukti siapa saja pihak yang selama ini berperan dalam rantai impor ilegal. "Kalau yang pelaku trift yang nolak-nolak itu ya saya tangkap duluan berarti kan dia pelakunya, clear. Malah untung saya coba dia kan ngaku bahwa saya pengimpor ilegal kan Alhamdulillah," ujarnya. Lebih lanjut, Menkeu Purbaya menegaskan bahwa fokus utama penindakan bukan di pasar, melainkan di titik awal masuknya barang yaitu pelabuhan. Fokus Cegat Impor Ilegal di Pelabuhan Ia memastikan, pemerintah tidak akan melakukan razia besar-besaran di pasar tradisional seperti Pasar Senen, tetapi akan memperketat pengawasan di jalur impor agar suplai barang bekas berkurang secara alami. Menurutnya, dengan berkurangnya pasokan barang impor ilegal, ia meyakini penjualan pakaian bekas di pasar-pasar lokal akan menurun dengan sendirinya. "Saya nggak akan aja ke pasarnya, saya cuma di pelabuhan aja nanti otomatis kalau supply kurang dia jual juga kurang. Tapi nanti akan saya lihat seperti apa," ujar Menkeu Purbaya. https://www.liputan6.com/bisnis/read/6205830/asosiasi-e-commerce-janji-perketat-pengawasan-pakaian-bekas-impor-ilegal?page=3
Quick Response
Please contact or chat with one of the following whatsapp number
62-822-9923-0982 (Ms.Linia Huang - Marketing)
62-818-0603-0735 (Ms.Linisa - Marketing)
62-878-9690-4040 (Ms.Della - Marketing)
62-8212-2788-853 (Ms.Jessica - Customer Service By Sea)
62-812-2226-8330 (Mr.Hendro - Marketing)
62-821-1787-6400 (Ms.Rini - Marketing)
62-813-2159-1399 (Mr.A Saefulloh - Marketing)