Please chat/contact with one of the following whatsapp number below :
Tgl Publish : 26-11-2025 10:45:39
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyampaikan kegeraman terkait temuan 250 ton beras impor ilegal yang masuk ke Indonesia melalui Sabang, Aceh. Masuknya beras tanpa izin ini dinilai sangat mengganggu upaya pemerintah dalam menjaga kedaulatan pangan nasional. “Ada beras di Sabang, kami marah betul kok bisa masuk 250 ton semua masuk gak ada izinnya. Saya bilang ditangkap tuh, pak Mentan (Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman) sudah bergerak,” ujar Zulhas dikutip dari Antara, Selasa (25/11/2025). Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa satu gudang beras milik pengusaha swasta di Sabang telah disegel karena mengimpor 250 ton beras secara ilegal tanpa persetujuan pemerintah pusat. Beras asal Thailand itu tiba pada 16 November 2025, namun belum dibongkar hingga beberapa hari kemudian. Pada 22 November, komoditas tersebut akhirnya dibongkar dan dibawa ke gudang milik perusahaan berinisial PT MSG. Temuan ini langsung menimbulkan kecurigaan karena proses impor dilakukan sebelum rapat koordinasi pemerintah terkait perberasan nasional digelar di Jakarta pada 14 November. Ada Perencanaan Matang Mentan Amran menilai ada kejanggalan karena izin impor dari Thailand sudah terbit sebelum pemerintah pusat membahas kebutuhan impor. Hal ini, menurutnya, menggambarkan adanya perencanaan matang dari pihak pengimpor. Ia menegaskan bahwa kawasan Sabang memang berstatus free trade zone, namun tetap tidak boleh digunakan untuk kegiatan impor beras karena bertentangan dengan kebijakan nasional yang menekankan kedaulatan pangan. Zulhas juga menegaskan bahwa masuknya beras ilegal tersebut sama sekali tidak diperlukan. Indonesia saat ini berada dalam kondisi produksi yang kuat dan tidak membutuhkan impor tambahan. Ia menekankan bahwa pemerintah sedang mendorong ketahanan pangan lebih mandiri, sehingga kehadiran beras ilegal justru mengganggu. Akan Ditindak Tegas Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional tahun ini mencapai 34,7 juta ton, meningkat 13,47 persen dibanding 2024. Dengan capaian ini, Indonesia dipastikan tidak melakukan impor beras sepanjang tahun, berbanding terbalik dengan tahun sebelumnya yang mencapai 4,5 juta ton. Kenaikan produksi tersebut turut berpengaruh pada peningkatan pendapatan petani. Zulhas menyebut keberhasilan ini sebagai bukti bahwa kebijakan pangan pemerintah berjalan ke arah yang tepat. “Pak Prabowo, Pak Presiden ingin membuktikan kepada rakyat kalau kita benar itu ada hasilnya. Itu (produksi beras) naiknya 13,54 persen, naik produktivitasnya,” kata Zulhas. Pemerintah menegaskan bahwa kasus beras ilegal Sabang akan ditindak tegas. Selain itu, pengawasan terhadap jalur masuk komoditas strategis juga akan diperketat untuk mencegah kejadian serupa terulang. https://www.liputan6.com/bisnis/read/6220478/kasus-beras-ilegal-250-ton-di-sabang-zulhas-produksi-dalam-negeri-cukup-mengapa-harus-impor?page=3
Quick Response
Please contact or chat with one of the following whatsapp number
62-822-9923-0982 (Ms.Linia Huang - Marketing)
62-818-0603-0735 (Ms.Linisa - Marketing)
62-878-9690-4040 (Ms.Della - Marketing)
62-8212-2788-853 (Ms.Jessica - Customer Service By Sea)
62-812-2226-8330 (Mr.Hendro - Marketing)
62-821-1787-6400 (Ms.Rini - Marketing)
62-813-2159-1399 (Mr.A Saefulloh - Marketing)