Please chat/contact with one of the following whatsapp number below :
Tgl Publish : 08-01-2026 01:42:20
BANDUNG — Nilai ekspor dan impor Provinsi Jawa Barat pada November 2025 sama-sama mencatatkan penurunan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. Meskipun demikian, neraca perdagangan secara kumulatif Januari hingga November 2025 tercatat masih surplus besar. Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat Darwis Sitorus mengatakan, ekspor pada November 2025 tercatat senilai US$3,20 miliar atau turun 4,62% (month to month/MtM). “Sementara itu impor turun lebih dalam sebesar 10,89% menjadi US$0,85 miliar,” ungkap Darwis, dikutip pada Kamis (8/1/2026).Secara tahunan, nilai ekspor Jawa Barat pada November 2025 juga mengalami penurunan sebesar 0,25%. Meskipun demikian, secara kumulatif, nilai ekspor dari Januari hingga November 2025 tercatat naik sebesar 2,08% dibandingkan periode yang sama pada 2024. Dia menjelaskan, nilai ekspor Jawa Barat pada November 2025 masih didominasi oleh sektor industri dengan kontribusi sebesar 98,70%. Sektor lain yang berkontribusi adalah migas sebesar 0,70%, pertanian 0,60% dan tambang 0,01%.Lebih jauh, Darwis menjelaskan sepanjang periode Januari hingga November 2025, komoditas yang memiliki nilai ekspor terbesar dari Jawa Barat adalah kendaraan dan bagiannya senilai US$7,76 miliar, diikuti oleh mesin dan perlengkapan elektrik senilai US$5,70 miliar, serta mesin dan peralatan mekanis senilai US$2,94 miliar. Adapun, negara tujuan ekspor terbesar Jawa Barat adalah Amerika Serikat senilai US$5,79 miliar, Filipina senilai US$3,22 miliar, dan Jepang senilai US$2,59 miliar. Senada dengan ekspor, nilai impor Jawa Barat pada November 2025 juga mengalami penurunan. Selain turun 10,89% secara bulanan, nilai impor juga tercatat turun sebesar 22,10% secara tahunan. Secara kumulatif dari Januari hingga November 2025, impor Jawa Barat mengalami penurunan sebesar 8,99%. Struktur penggunaan impor sepanjang 2025 didominasi oleh bahan baku atau penolong sebesar 81,17%, disusul barang modal sebesar 10,59%, dan barang konsumsi sebesar 8,24%. Menurut golongan barang, impor Jawa Barat periode Januari—November 2025 didominasi oleh kelompok mesin dan perlengkapan elektrik senilai US$1,47 miliar, mesin dan peralatan mekanis senilai US$0,90 miliar, serta plastik dan barang dari plastik senilai US$0,84 miliar. “Negara asal impor terbesar bagi Jawa Barat adalah Tiongkok dengan nilai US$3,66 miliar, Jepang senilai US$1,29 miliar, dan Korea Selatan senilai US$1,25 miliar,” ungkapnya. Meskipun terjadi penurunan bulanan, Darwis Sitorus menyatakan bahwa neraca perdagangan Jawa Barat hingga menjelang akhir tahun 2025 tetap surplus. “Nilai ekspor Jawa Barat Januari—November 2025 senilai US$35,45 miliar dan nilai impor senilai US$10,83 miliar, dengan demikian neraca perdagangan di Jawa Barat selama Januari-November 2025 mengalami surplus senilai US$24,62 miliar,” ungkapnya. Adapun negara yang kita mengalami surplus yaitu dengan Amerika Serikat, Filipina, Thailand dan Vietnam. Sedangkan negara yang kita mengalami defisit yaitu dengan Taiwan dan China.https://bandung.bisnis.com/read/20260108/550/1941830/nilai-ekspor-dan-impor-jawa-barat-november-2025-kompak-turun-signifikan
Quick Response
Please contact or chat with one of the following whatsapp number
62-822-9923-0982 (Ms.Linia Huang - Marketing)
62-818-0603-0735 (Ms.Linisa - Marketing)
62-878-9690-4040 (Ms.Della - Marketing)
62-8212-2788-853 (Ms.Jessica - Customer Service By Sea)
62-812-2226-8330 (Mr.Hendro - Marketing)
62-821-1787-6400 (Ms.Rini - Marketing)
62-813-2159-1399 (Mr.A Saefulloh - Marketing)