Please chat/contact with one of the following whatsapp number below :
Tgl Publish : 23-04-2026 11:38:18
Sidoarjo - Pengusutan kasus impor handphone ilegal kembali bergulir dengan penggeledahan kantor PT Tepat Sukses Logistik (TSL) di Sidoarjo oleh Bareskrim Polri. Lokasi ini diduga menjadi salah satu titik penyimpanan barang elektronik ilegal yang masuk dari luar negeri. Langkah ini merupakan bagian dari pengembangan kasus besar yang sebelumnya telah mengungkap puluhan ribu unit ponsel ilegal bernilai ratusan miliar rupiah. Polisi pun terus menelusuri jaringan yang diduga melibatkan banyak pihak dalam rantai distribusi. Fakta-fakta penggeledahan kasus HP ilegal: 1. Penggeledahan Bagian dari Pengembangan Kasus BesarPenggeledahan kantor PT TSL di kawasan Gedangan, Sidoarjo, dilakukan sebagai tindak lanjut dari pengungkapan sebelumnya terkait impor ilegal handphone dari China, yang kini terus dikembangkan untuk mengungkap jaringan lebih luas."Penggeledahan ini adalah tindak lanjut dari pengungkapan sebelumnya terkait importasi handphone ilegal berbagai merek dari China," ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan di Kompleks Ruko Ruko Surya Inti Permata, Jalan Raya Juanda, Gedangan, Rabu (22/4/2016). 2. Barang Bukti Capai Puluhan Ribu Unit Senilai Ratusan MiliarDalam pengungkapan sebelumnya, penyidik telah menyita puluhan ribu unit ponsel ilegal berbagai merek serta aksesoris dengan total nilai mencapai sekitar Rp 235 miliar, dan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses penyidikan yang terus berjalan."Barang bukti masih terus berkembang karena proses penyidikan masih berjalan," ujarnya.3. Dua Tersangka Ditetapkan PolisiPolisi telah menetapkan dua tersangka dalam kasus ini, yakni DCP alias P sebagai pihak yang memasukkan barang ilegal ke Indonesia tanpa standar SNI dan SJ sebagai distributor, dengan keduanya dijerat berbagai undang-undang termasuk TPPU."PT TSL ini diduga menjadi bagian dari jaringan yang mengatur proses importasi handphone ilegal," katanya.4. PT TSL Diduga Berperan sebagai Holding CompanyDalam penyidikan, PT TSL diduga memiliki peran penting sebagai holding company yang mengendalikan sejumlah perusahaan cangkang untuk memuluskan proses impor ilegal, sehingga menjadi salah satu titik krusial dalam jaringan tersebut."PT TSL ini diduga menjadi bagian dari jaringan yang mengatur proses importasi handphone ilegal," katanya. 5. Polisi Dalami Peran Bea Cukai Loloskan BarangPenyidik kini juga menelusuri bagaimana barang-barang ilegal tersebut bisa lolos dari pengawasan di pintu masuk bandara, termasuk mendalami kemungkinan keterlibatan atau kelalaian dari pihak terkait seperti Bea Cukai."Satgas Polri terus berkoordinasi efektif dengan kementerian dan lembaga terkait, mulai dari Kemenperin, Kemendag, termasuk Bea Cukai. Semua yang terkait dengan pengumpulan alat bukti akan kita lakukan pendalaman, termasuk memintai keterangan pihak-pihak yang mengetahui proses masuknya barang tersebut," jelas jenderal bintang satu tersebut.6. Peluang Tersangka Baru Masih Terbuka LebarPolisi menegaskan bahwa jumlah tersangka dalam kasus ini masih bisa bertambah karena penyidik terus mengumpulkan alat bukti untuk menjerat pihak lain yang terlibat dalam distribusi maupun penjualan ponsel ilegal, termasuk melalui platform e-commerce."Tidak menutup kemungkinan tersangka dalam perkara akan bertambah. Kami akan lihat hasil temuan alat bukti. Minimal dengan dua alat bukti, kami akan menetapkan tersangka baru dalam dugaan tindak pidana yang terjadi," pungkasnya. https://www.detik.com/jatim/hukum-dan-kriminal/d-8455606/6-fakta-gudang-hp-impor-ilegal-rp-235-m-di-sidoarjo-digeledah-bareskrim?page=2
Quick Response
Please contact or chat with one of the following whatsapp number
62-822-9923-0982 (Ms.Linia Huang - Marketing)
62-818-0603-0735 (Ms.Linisa - Marketing)
62-878-9690-4040 (Ms.Della - Marketing)
62-8212-2788-853 (Ms.Jessica - Customer Service By Sea)
62-812-2226-8330 (Mr.Hendro - Marketing)
62-821-1787-6400 (Ms.Rini - Marketing)
62-813-2159-1399 (Mr.A Saefulloh - Marketing)