X

Please chat/contact with one of the following whatsapp number below :

 Linia Huang
Marketing Head Office
 Linisa
Marketing Head Office
 Della
Marketing Head Office
 Jessica
CS Head Office
 Hendro
Marketing Branch Office
 Rini
Marketing Branch Office
 A Saefulloh
Marketing Branch Office

Details

Sederet Fakta Kantor Bea Cukai Juanda Digeledah Kortastipidkor Polri

Tgl Publish : 09-07-2026 09:19:52

Sidoarjo - Mabes Polri mengambil langkah tegas mengusut tuntas mafia impor di Jawa Timur. Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Bareskrim Polri melakukan penggeledahan besar-besaran di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Juanda, Sidoarjo. Berikut adalah rentetan fakta di balik penggeledahan senyap yang dikawal ketat oleh aparat bersenjata lengkap pada Rabu (24/6).Fakta-fakta Kantor Bea Cukai Juanda Digeledah Kortastipidkor Polri1. Penggeledahan Dikawal Ketat Personel Brimob Bersenjata Laras PanjangAktivitas di Kantor Bea Cukai Juanda yang terletak di Jalan Raya Bandara Juanda mendadak tegang Rabu pagi. Sejumlah personel Brimob Polda Jawa Timur berseragam lengkap dikerahkan untuk melakukan penjagaan super ketat di berbagai sudut area kantor sejak pukul 09.00 WIB. Dua petugas dengan senjata laras panjang berjaga di pintu masuk utama, sementara dua lainnya bersiaga di area lobi utama guna mengamankan jalannya sterilisasi dokumen yang dilakukan tim penyidik. 2. Manipulasi Dokumen Impor HP Bekas Mayoritas asal ChinaBukan tanpa alasan Korps berlambang korps Bhayangkara ini turun tangan. Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II Kortastipidkor Polri, Brigjen Mulya Hakim Solichin, mengungkap bahwa operasi ini berkaitan dengan penyidikan dugaan korupsi besar dalam praktik importasi telepon seluler (ponsel) bekas ilegal, yang sebagian besar berasal dari negeri tirai bambu."Perkara ini berawal dari dugaan adanya praktik importasi telepon seluler bekas dari luar negeri yang dilakukan dengan mencantumkan keterangan yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya pada dokumen impor," ujar Mulya dalam sesi konferensi pers resmi. 3. Modus Pelicin Oknum Bea Cukai dan Lolos Pemeriksaan FisikPraktik lancung ini ditengarai melibatkan orang dalam di instansi kepabeanan tersebut. Penyidik menemukan indikasi kuat adanya aliran dana segar yang mengalir ke kantong oknum pejabat atau penyelenggara negara demi memuluskan jalannya distribusi barang haram itu tanpa prosedur yang sah sejak dua tahun lalu."Selain itu, penyidik juga menemukan adanya dugaan pemberian sejumlah uang kepada oknum pejabat atau penyelenggara negara guna mempermudah proses pemasukan dan pengeluaran barang ke wilayah Indonesia," kata Mulya. "Perbuatan tersebut diduga telah berlangsung sejak tahun 2024 hingga tahun 2026 dan berpotensi menimbulkan kerugian terhadap keuangan maupun perekonomian negara," imbuhnya.Parahnya, tim penyidik mendalami mengapa ratusan unit gawai bekas tersebut bisa melenggang bebas keluar-masuk bandara tanpa melewati proses pengecekan fisik yang memadai oleh petugas setempat."Yang jelas tadi sudah disampaikan bahwa importir ini memasukkan barang-barang tentunya dengan dokumen yang tidak sesuai. Di samping itu juga ada keterlibatan-keterlibatan oknum dalam hal ini sehingga harusnya mekanismenya itu dilakukan pemeriksaan. Tapi faktanya tidak dilakukan pemeriksaan secara fisik. Jadi barang-barang itu hanya lalu lintas saja," jelas Mulya secara gamblang.4. Total 4 Lokasi Digeledah, Sita Dolar hingga Lembaran EmasOperasi gurita Kortastipidkor Polri ini rupanya bergerak serentak di empat lokasi berbeda di wilayah Sidoarjo dan Surabaya pada hari yang sama. Selain kantor Bea Cukai Juanda, petugas menggeledah Gudang Kargo Juanda milik PT Jasa Angkasa Semesta (JAS), rumah milik pihak swasta berinisial MT di kawasan elite Jalan Raya Darmo Permai II, serta kediaman oknum pegawai Bea Cukai berinisial AY di wilayah Ketintang, Surabaya. "Lokasi yang dilakukan penggeledahan meliputi Kantor KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda di Sedati, Gudang Kargo Juanda atau PT Jasa Angkasa Semesta (JAS), rumah Saudara MT (pihak swasta) di Jalan Raya Darmo Permai II Surabaya, dan rumah Saudari AY (oknum BC) di wilayah Ketintang, Surabaya," urai Mulya.Dari hasil operasi senyap tersebut, polisi menyita tumpukan barang bukti fantastis dari masing-masing lokasi. Sebanyak 3 kontainer dokumen penting dan 1 file hasil mirroring aplikasi CEISA disita dari Kantor Bea Cukai Juanda. Dari Gudang Kargo PT JAS petuguas menyita 4 kontainer dokumen manifes logistik. Kemudian dari rumah MT sebagai oknum dari pihak swasta, para penyidik menyita 5 unit iPhone, DVR CCTV, rekening koran, buku catatan pembagian uang, slip setoran, uang tunai Rp 165 juta, dan mata uang asing senilai SGD 14.200.Terakhir dari Rumah AY selaku oknum BC, petugas menyita perhiasan emas seberat 22 gram, 1 sertifikat tanah dan bangunan, 1 akta jual beli (AJB), 8 Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), serta 1 BPKB sepeda motor. 5. Sebanyak 50 Saksi Diperiksa, Belum Ada TersangkaHingga saat ini, pihak Mabes Polri menegaskan bahwa status perkara masih dalam tahap memperkuat pemenuhan alat bukti sehingga belum ada satu pun nama yang resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam pusaran kasus korupsi kakap ini."Sementara belum. Ini justru kita proses penyelidikan untuk memperkuat atau melengkapi penyelidikan ini, menentukan siapa yang bisa dimintai pertanggungjawaban secara pidananya. Jadi masih ada asas praduga tak bersalah," tegas Mulya.Kendati demikian, gerak cepat penyidik telah berhasil memintai keterangan dari total 50 orang saksi yang terdiri dari lintas sektor guna mengurai konstruksi hukum perkara secara akurat."Yang sudah diperiksa untuk dari BC itu sekitar 30 orang, kemudian dari swasta sekitar 20 orang," ungkapnya.Mengenai total nilai kerugian negara, tim Kortastipidkor Polri mengaku masih harus menggandeng tim ahli keuangan karena penanganan kasus murni difokuskan pada delik tindak pidana korupsinya, sementara ranah kepabeanan lainnya diarsir bersama Bareskrim Tipideksus. "Masih kita dalami berapa nilainya. Karena kan kita juga perlu ahli," pungkas Mulya.   https://www.detik.com/jatim/hukum-dan-kriminal/d-8546205/sederet-fakta-kantor-bea-cukai-juanda-digeledah-kortastipidkor-polri

13+ years experience

2 Offices

Experienced Professionals

7 Warehouses

Quick Response

Please contact or chat with one of the following whatsapp number

Main Office (Jakarta)

62-822-9923-0982 (Ms.Linia Huang - Marketing)

62-818-0603-0735 (Ms.Linisa - Marketing)

62-878-9690-4040 (Ms.Della - Marketing)

62-8212-2788-853 (Ms.Jessica - Customer Service By Sea)


Branch Office (Bandung)

62-812-2226-8330 (Mr.Hendro - Marketing)

62-821-1787-6400 (Ms.Rini - Marketing)

62-813-2159-1399 (Mr.A Saefulloh - Marketing)

Stay connected with us

clslogistic

facebook/clslogistic